Konten ini memuat deskripsi eksplisit mengenai penyiksaan seksual dan femisida atau pembunuhan terhadap perempuan. Harap pertimbangkan kondisi Anda sebelum melanjutkan.

9 Oktober 1998 · Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta
Rumah keluarga Ita Martadinata Haryono di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, pada akhir 1990-an. Bangunan dua lantai itu milik keluarga suami-istri Leo Haryono dan Wiwin Suryadinata yang memiliki usaha mebel di kawasan Klender.
Di lantai bawah terdapat ruang tengah yang menyatu dengan meja makan, sementara sebuah tangga di sisi rumah mengarah ke lantai atas. Di lantai dua terdapat kamar kecil bercat merah muda milik Ita.
Ita Fatia Nadia melangkah memasuki rumah itu pada Jumat sore. Ia masih mengingat ruang tengah yang menyatu dengan meja makan, tempat Wiwin Suryadinata, Leo Haryono, Sandyawan Sumardi, dan salah seorang wartawan Kompas berada.
Di sofa duduk kakak Ita, Happy Suryadinata. Setelah beberapa saat, orang tua Ita hanya berkata singkat kepadanya:
Dari ruang itulah tangga menuju lantai dua terlihat, menjadi jalan menuju pemandangan yang terus membekas dalam ingatan Fatia Nadia.
Di lantai atas, Fatia Nadia memasuki kamar kecil bercat merah muda milik Ita Martadinata Haryono. Darah masih menggenang di lantai. Tubuhnya terbaring miring sehingga langsung terlihat begitu pintu dibuka.
Lehernya disayat sangat dalam hingga nyaris terpenggal. Di tubuhnya terdapat sepuluh luka tusuk di bagian dada, lengan, dan perut.
Blouse yang dikenakannya masih tampak utuh meski tubuhnya dipenuhi luka tusuk, sedangkan celana pendek bermotif bunga-bunga kecil berada di sisi lain kamar. Bantal terlempar dari atas kasur.
Saat Ita datang, poster-poster masih menempel di dinding seperti kamar remaja pada umumnya. Ada meja belajar dan kursi di dekat pintu, juga cermin dan kosmetik yang masih tertata.
Fatia Nadia turun kembali melewati tangga rumah itu. Kakinya terasa tidak menjejak lantai. Di ruang tengah, Wiwin Suryadinata menatapnya dan bertanya lirih,
Sesampainya di kantor, tubuhnya terasa seperti orang yang hendak pingsan.
Lewat dari sebulan, rumah dua lantai di Sumurbatu itu kini kembali sunyi setelah keramaian polisi, warga, dan wartawan menghilang.
Leo Haryono dan Wiwin Suryadinata kala itu berniat menghibahkannya kepada komunitas Buddha sebelum Wiwin melanjutkan hidup sebagai bhikuni.
Sejak Ita Martadinata dibunuh di kamarnya pada 9 Oktober, keluarga itu tak hanya kehilangan anak bungsu mereka, tetapi juga kehilangan tenang kehidupan-penghidupannya.
Rekonstruksi ini disadur dari kesaksian Ita Fatia Nadia. Perbedaan versi kesaksian seperti kondisi Ita Martadinata kala itu bisa saja terjadi seiring perbedaan waktu.